Berita dan Kegiatan

Testimoni

Potensi Daerah

Pemerintah Kabupaten Ponorogo

Potensi Pertanian

Luas lahan sawah di Kabupaten Ponorogo adalah 34.638 Ha. Dari lahan sawah seluas itu terdapat 29.929 Ha lahan sawah berpengairan teknis. Sisanya berpengairan setengah teknis, non teknis dan tadah hujan. Tanaman padi masih menjadi primadona dalam bertani, disusul kedelai. Dengan adanya pernyuluhan terus menerus dan semakin berkembangnya informasi teknologi pertanian saat ini sangat membantu cara berfikir petani dalam hal mengolah lahan pertanianya.

Saat ini petani diuntungkan dengan adanya informasi teknologi pertanian yang lebih maju diantaranya melalui media televise, surat kabar dan internet.

SELENGKAPNYA

Potensi Kehutanan

Potensi hutan di Ponorogo sudah dapat menembus pasar eksport. Kekayaan hutan Ponorogo antara lain : Hutan Pinus seluas 34.895,75 Ha yang menghasilkan Gondorukem dan Terpetin kualitas eksport, serta Hutan Jati seluas 10.701,20 Ha. Hutan di Ponorogo juga menghasilkan minyak kayu putih yang cukup terkenal di pasar minyak nasional. Pengolahan minyak kayu putih sudah menggunakan teknologi modern yang dikelola PT. PERHUTANI yeng berada di Kecamatan Pulung.

SELENGKAPNYA

Potensi Perkebunan

Kabupaten Ponorogo mempunyai potensi perkebunan rakyat sangat bagus, hal ini dibuktikan dengan adanya perkebunan tebu seluas 2.415,05 Ha dengan hasil produksi 13.939,40 Ton. Diikuti oleh perkebunan kapuk randu dengan luas area 1.259,43 Ha dengan hasil produksi sebesar 187,65 Ton. Perkebunan cengkeh dengan luas 1.189,89 Ha menghasilkan produksi 187,65 Ton.

Jenis perkebunan rakyat yang banyak berkembang di berbagai kecamatan Kabupaten Ponorogo adalah perkebunan tebu. Hal ini dikarenakan besarnya permintaan tebu sebagai bahan baku pembuatan gula putih di berbagai pabrik gula disekitar Kabupaten Ponorogo. Seperti pabrik gula Pagotan Madiun, pabrik gula Gorang-gareng Magetan dan pabrik gula Poerwodadi Ngawi.

SELENGKAPNYA

Potensi Peternakan

Peternakan yang berkembang di Kabupaten Ponorogo adalah peternakan sapi kereman jenis Limousin dan Simentai, sapi perah, kambing, kelinci dan ungags. Produksi sapi perah di Ponorogo menunjukan perkembangan yang menggembirakan baik jumlah produksinya ataupun system organisasinya. Produksi sapi perah di Ponorogo di dominasi di Kecamatan Pudak dan Pulung. Karena di dua Kecamatan tersebut makanan untuk ternak tersedia cukup melimpah, Karena merupakan wilayah pegunungan yang subur.

Sapi perah di Pulung dan Pudak pada tahun terakhir sudah menggandeng pabrik susu NESTLE sebagai mitra kerja. Dalam kemitran ini PT. NESTLE bertindak sebagai pembeli susu hasil peternakan. Hasil susu di kawasan ini sebesar 2.178.563 Liter per tahun.

SELENGKAPNYA

Potensi Perikanan

Di Kabupaten Ponorogo perikanan yang berkembang adalah perikanan darat. Terdiri dari perikanan umum dan kolam. Jenis ikan yang banyak dikembangkan adalah Mujair, Nila, Gurame dan Lele.

petani perikanan darat yang sudah terorganisir dengan baik yaitu di Telaga Ngebel. Pemeliharaan system keramba di Telaga Ngebel menunjukan perkembangan menggembirakan baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Pada umumnya hasil perikanan di Telaga Ngebel dipasarkan di warung-warung lesehan di sekitar telagadalam menu ikan bakar atau ikan goring. Karena Telaga Ngebel adalah salah satu tempat wisata yang tidak pernah sepi pengunjung, maka kebutuhan ikan di warung-warung sekitar telaga terus mengalami peningkatan.

SELENGKAPNYA

Potensi Buah dan Sayur

Pada daerah dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo menghasilkan sayuran yang subur dan buah-buahan. Buah local banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi seperti di Kecamatan Ngebel, Pulung, Pudak dan Ngrayun.

Produksi buah-buahan yang terbesar yakni Mangga (602.736 kw), Pisan (422.063 kw), dan Jeruk Keprok (250.360 kw). Tanaman buah-buahan yang cocok dikembangkan di Kabupaten Ponorogo antara lain : Mangga, Pisang, Jeruk, Sawo, Alpukat, Belimbing, Jambu, Manggis, Duku, Buah Naga, Pepaya, Sirsat, Melon, Salak, Durian, Rambutan.

Untuk produksi sayuran terbesar yaitu Petai (97.007 kw), Wortel (45.850 kw), Kubis (43.88 kw), dan Bawang daun (45.881 kw). Sayuran yang cocok dikembangkan adalah : Bawah Merah, Bawang Putih, Buncis, Kentang, Gobis, Sawi, Tomat, Wortel, Bayam, Cabe Rawit, Terong, Daun Bawang, Kangkung, Ketimun, Labu, Petai, Kacang Panjang, Melinjo dll.

SELENGKAPNYA

Potensi Pariwisata

Bicara Ponorogo maka bicara Reyog Ponorogo, yang mana produk budaya ni sudah dikenal luas secara Nasional bahkan Internasional. Karena Reyog Ponorogo menjadikan Ponorogo memiliki trade mark tersendiri sebagai daerah tujuan wisata andalan bagi Provinsi Jawa Timur. Yang dimana kesenian tradisional Reyog Ponorogo adalah jenis kesenian yang khas dan asli dari pengolahan, pemikiran masyarakat Ponorogo pada jaman dahulu.

Disamping itu kesenian ini merupakan salah satu yang ada di dunia dan benar-benar lain dari yang lain. Reyog Ponorogo bahkan telah dipelajari dan sering dipentaskan diberbagai negara (mancanegara) seperti yang dilakukan oleh masyarakat Suriname, dan dipentaskan di Amerika pada tahun 1996, serta ditampilkan pada hari perdamaian dunia di Hawai (Amerika).

SELENGKAPNYA

Pengajuan Perijinan Online BPMPTSP